Gadget on this deathly unsure (?)


Xbox. what do you think when you heard that gadget? I’m just thinking about fun. But not this time.

Mengatasi bencana nuklir PLTN Fukushima Daiichi, tim penyelamat mengirim sistem tak berawak ke medan radioaktif itu. Teknisi perusahaan keamanan QinetiQ pun pakai Xbox.

Alih-alih memakai keyboard, QinetiQ memilih sistem kontroler Xbox Microsoft dan mengadaptasinya agar bisa dipakai di layar laptop. Berkat kontroler Xbox, operator bisa menggerakkan robot lebih cepat dibanding saat menggunakan keyboard.

“Harganya murah dan jutaan orang tahu cara mengoperasikannya,” kata Presiden QinetiQ J. D. Crouch.

Dalam satu jam, penguasaan operational bisa dikuasai operator. QinetiQ Amerika Utara mengirim robot Applique Kits yang bisa dikendalikan dari jauh.

Robot itu dilengkapi sekop, ember, dan alat untuk menembus tembok serta pintu. Robot ini dapat dikendalikan dari jarak 1,6 km. Selain itu, terdapat pula robot TALON pendeteksi kimia berbahaya dan bahan peledak.

Robot Dragon Runner digunakan untuk ‘mata dan telinga’ di bagian-bagian yang tak bisa diakses. Saat ini pekerja TEPCO terus mengukur kerusakan di Fukushima dan bersiap-siap ‘menyuntikkan’ gas nitogen ke dalam reaktor untuk mengurangi risiko ledakan hidrogen.

Xbox ternyata bisa dijadikan sistem dalam proses penanganan radioaktif,gak cuma buat main.. ckckck

do you ever figure out that nature teach us?


The reason why indonesian being doubt to build nuclears reactor is about concern.
Kebanyakan orang masih meragukan masalah pengelolaan limbah radioaktif terutama pada tahap penyimpanan akhir limbah radioaktif karena sebagian limbah radioaktif memiliki pareuh waktu yang bukan memerlukan waktu yang singkat. Dikhawatirkan limbah tersebut dapat tersebar dan membahayakan manusia dan lingkungannya.
Beruntung alam mengajarkan tentang bagaimana zat radioaktif tersimpan di suatu tempat selama jutaan tahun dan tidak berpindah/bermigrasi ke tempat lain yang dapat membahayakan lingkungan dan manusia.

Contoh fenomena alam yang paling menakjubkan adalah reaktor nuklir alam Oklo di Negara Gabon Afrika.
gabon

who ever imagine that the nuclear reactor coulbe built naturally?
Pada tahun 1972 para ilmuwan Perancis dipimpin Francis Perrin secara tidak sengaja menemukan sesuatu yang aneh pada kandungan uranium di pertambangan Oklo, Gabon, Afrika Barat. Kandungan isotop uranium-235 di daerah itu setengah lebih rendah dibandingkan isotop yang sama di seluruh dunia.
Kondisi abnormal ini sangat mirip dengan kandungan uranium-235 yang ada di dalam bahan bakar nuklir bekas reaktor nuklir. Ternyata, komposisi dan kandungan isotop-isotop lain juga sangat mirip dengan yang terdapat pada bahan bakar bekas PLTN. Dengan demikian disimpulkan bahwa pada masa lalu pernah terjadi reaktor nuklir alam. Diperkirakan di Oklo telah terjadi paling tidak 6 reaktor nuklir yang beroperasi secara alami tanpa campur tangan manusia.
Pada awalnya banyak pihak yang meragukan kesimpulan ini, namun setelah dipelajari secara seksama, reaktor nuklir alam di bawah tanah tersebut bisa terjadi karena dua hal utama, yaitu adanya peran air dan kandungan uranium-235 yang relatif tinggi saat reaktor beroperasi.
Air berfungsi menurunkan kecepatan partikel netron sehingga mampu bereaksi dengan uranium-235. Diperkirakan 1,7 milyar tahun yang lalu kandungan uranium-235 adalah 3% (atau 4 kali lebih tinggi dari prosentase saat ini) sehingga sangat cukup untuk terjadinya reaksi fisi. Reaktor nuklir alam ini beroperasi selama jutaan tahun dan berhenti dengan sendirinya karena dengan berjalannya waktu jumlah uranium-235 berkurang sehingga sulit menimbulkan reaksi nuklir berantai dan dengan keadaan tersebut fenomena reaktor alam tidak akan pernah terjadi lagi di zaman modern.

Inilah limbah yang sejak tadi kita bicarakan.
oklo
Reaktor alam Oklo menghasilkan limbah radioaktif yang komposisinya sangat mirip dengan limbah dari reaktor nuklir buatan manusia dan limbah ini tetap berada di bawah tanah terkungkung batuan granit, sandstone dan tanah liat selama ratusan juta tahun tanpa berpindah ke tempat lain. Bahkan plutonium sebagai hasil reaksi nuklir hampir 2 milyar tahun lalu juga hanya bergeser sekitar 4 meter dari posisi awal. Sampai saat ini tidak ada bukti bahwa limbah radioaktif tersebut terlepas dari lingkungan aslinya atau bahkan mencapai manusia.

Limbah radioaktif dari reaktor alam Oklo yang terjadi pada 1,7 milyar tahun yang lalu di Gabon, Afrika tetap ditempatnya terkungkung oleh formasi geologi sekitarnya.

Para ahli mempelajari secara seksama komposisi batuan Oklo dimana limbah tersimpan secara alami untuk jangka sangat panjang. Ditambah dengan hasil eksperimen di laboratorium untuk kondisi lokal masing-masing calon tempat penyimpanan akhir, maka para ahli limbah radioaktif mampu merancang tempat penyimpanan akhir limbah radioaktif yang dapat bertahan untuk jangka waktu yang sangat lama seperti halnya di Oklo tersebut.

Dan hebatnya,bukan cuma di oklo, Fenomena zat radioaktif yang tidak terlepas dari lingkungannya selama waktu yang lama terjadi pula di lokasi deposit uranium Kanada, Australia dan banyak daerah lain, meskipun di lokasi tersebut tidak terjadi reaktor nuklir alam.
Di lokasi Cigar Lake, Kanada pada kedalaman 430 meter di bawah permukaan tanah terdapat deposit uranium dengan kandungan tinggi (11% dari total cadangan uranium dunia) yang tidak berpindah dari sejak sekitar 1,3 milyar tahun lalu. Dan yang mengagumkan adalah sama sekali tidak ditemukan uranium di permukaan tanah di lokasi tersebut. Struktur tanah yang melindungi uranium di Cigar Lake sangat mirip dengan konsep penyimpanan limbah radioaktif modern yang dirancang para ahli. Uranium di kedalaman 430 meter ini bertahan selama ratusan juta tahun meskipun terjadi perubahan alam seperti terbentuknya pegunungan (Rocky Mountain dan Applachians), zaman es, perubahan bentuk benua dan erosi yang terjadi. Kanada menggunakan analogi yang terjadi di Cigar Lake dikombinasikan dengan hasil eksperimen dan simulasi di laboratorium Manitoba untuk membuat konsep fasilitas penyimpanan akhir limbah radioaktif yang diperkirakan jauh lebih aman dari pada yang ada di Cigar Lake.

Contoh yang lain adalah Lock-Lomond di Skotlandia yang bisa menjadi analogi interaksi zat radioaktif dengan tanah liat selama 6000 tahun dan lokasi Morro de Ferro Brazil serta Alligator River di Australia sebagai contoh perpindahan/migrasi uranium untuk jangka yang sangat lama. Kesemua contoh tersebut menunjukkan bahwa zat radioaktif yang terbentuk tidak banyak bergeser dari lokasi awal terbentuknya di masa lalu.
lock
siapa sangka tempat seindah ini pun termasuk analogi reaktor nuklir?

have we already with this big deal?


Beberapa waktu yang lalu saya sempat dikagetkan (gatau emang mengagetkan atau saya nya aja yang skeptis) dengan munculnya iklan sosialisasi PLTN. What a shocking news i thought. Masalahnya (langsung to the point aja) You know lah, jepang yg udah sangat siap dengan bencana nuklir aja sempet keteteran gitu pas kemaren reaktor nuklir meledak, nah sekarang indonesia kayaknya mau berevolusi nih menurut saya..
PLTN

Membangun reaktor nuklir ternyata punya banyak sarat. Apalagi berkaca dari situasi di Fukushima Jepang. Ketika reaktor nuklirnya dihantam gempa dan tsunami dahsyat.
Badan Tenaga Atom Nasional mengatakan minimal ada 15 syarat yang harus dipenuhi untuk membangun reaktor nuklir. Demikian kata Kepala Biro Kerja sama Hukum dan Humas Batan, Ferhat Aziz dihubungi, Jumat.
Ia jelaskan, pembangunan PLTN tidak dapat diwujudkan dalam jangka waktu pendek, karena harus melihat berbagai sektor lainnya seperti lingkungan dan iklim. Karena ada 15 faktor yang harus menjadi perhatian dalam membangun PLTN di suatu daerah.
Syarat-syarat ini seperti: lokasi yang jauh dari tsunami, lokasi pun tidak berada di patahan gempa, jauh dari dampak bila terjadi gunung meletus, kondisi cuaca yang mendukung.
“Melihat peristiwa yang terjadi di Jepang, meski terjadi Tsunami namun bangunan PLTN tetap kuat karena sudah diperhitungkan segi buruknya. Namun di Indonesia, peluang membangun PLTN sangat luas karena banyak lahan yang dapat digunakan dan jauh dari dampak faktor tersebut,” katanya.
Untuk daerah yang dinilai tepat dibangun PLTN, ia menyebutkan seperti Kalimantan, Bangka dan Laut Jawa Utara. “Lokasi tersebut, sangat jauh dari dampak seperti tsunami dan gunung merapi serta gempa. Jadi, sangat tepat,” katanya.
Kemudian Farhet juga mengatakan bila membangun PLTN memang membutuhkan biaya yang sangat besar dibandingkan dengan PLTU. Karena, membangun PLTN harus memikirkan keamanan dan keselamatan.
“Kalau dengan gempa 8 skala richter bangunan bisa hancur. Maka PLTN harus dibuat untuk tahan gempa mencapai 9 skala richter. Jadi, itu yang mahal, karena keamanannya diutamakan,” katanya.
Namun, bila PLTN nantinya sudah berjalan, maka biaya produksi yang dikeluarkan lebih murah dibanding dengan PLTU karena bahan bakar yang digunakan lebih murah harganya. Hanya saja, membangun PLTN tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, perencanaan yang matang serta modal yang memadai merupakan faktor utama.
Diperkirakan, untuk membangun PLTN harus direncanakan saat ini dan baru dapat direalisasikan sekitar 10 tahun kemudian. “Kalau saat ini semua setuju, maka 2025, Indonesia sudah bisa memiliki PLTN,” katanya.

So, what you think? This is a big deal, isn’t it? So that you have to think about it over and over again..

what a controversy radiaoctive stuff -,-a


Sebenernya temen saya udah lama ngasi saran buat ngepost topik ini,cuma sempet ragu juga. Soalnya agak kontroversial. But i think i’d be cool if we talk about this.. hmmh.. we’ll see..

Tentunya udah menjadi keharusan dong bagi kita para wanita untuk menggunakan underwear yang satu ini. Tapi siapa sangka kalo ada seorang wanita hebat yang nemuin fungsi lain dari bra ini, yakni selain sebagai breast holder tapi juga sebagai pelindung dari radiasi nuklir. BIG WOW!

Ide ‘bra ajaib’ ini cetus oleh Elena Bodnar, seorang doktor yang tinggal di Hinsdale, Illinois, Amerika Serikat, yang memiliki pengalaman lolos dari petaka kebocoran pembangkit nuklir terbesar di Chernobyl Rusia pada 1986.

Tak hanya berfungsi sebagai pengaman posisi payudara wanita, bra besutan Elena ini juga bisa menjadi masker yang bisa memfilter berbagai partikel radiasi berbahaya seperti partikel Iodine-131 saat terjadinya peristiwa Chernobyl.

Di Amerika, wanita asal Ukraina ini, ikut terlibat dalam beberapa riset klinis yang dilakukan oleh Electrical Trauma Research Program pada University of Chicago.

Dia juga bekerja sama dengan World Health Organization dan International Atomic Energy Agency untuk beberapa proyek yang terkait dengan tragedi nuklir Chernobyl.

Ide bra besutan Elena ini berhasil memenangkan penghargaan Ig Nobel pada 2009 lalu untuk kategori kesehatan publik.

“Hadirin dan hadirat, bukankah suatu hal yang indah, bahwa wanita memiliki dua buah payudara, bukan hanya satu? Dengan bra ini, kita, wanita bisa menyelamatkan nyawa seorang pria di dekat kita,” kata Elena pada acara penghargaan Ig Nobel, seperti yang dikutip dari situs CNet.

Elena telah mematenkan hasil temuannya ini. Kini bra itu telah dipasarkan secara komersial, di Museum MIT Cambridge, Massachussets, Amerika.

Diharapkan efek mematikan dari musibah yang terjadi pada instalasi nuklir seperti halnya di Jepang, bisa dikurangi dengan fungsi ganda bra temuan Elena.

Dan yang pasti, kata Elena, ukuran bra baik ukuran kecil maupun ukuran besar tidaklah masalah.

bisa dipake sebagai masker

bra ini jg bisa digunakan sebagai masker loh. lumayan tuh buat yang couple -___________-

ini dia description dari bra anti nuclear radiation

gini cara pakenya..
bra

dan gak cuma dipakai sama kaum wanita kan????

Wessss gila gak tuh. Harus bersyukur nih kita diciptakan sebagai seorang wanita. Karena dengan adanya temuan ini, tingkat keselamatan kita jika terjadi radiasi nuklir lebih besar dari pada kaum pria. LOH?? Ya gak gitu juga kali yeeeee😀

terrible news. Poor me couldn’t do anything :(


Seperti biasa,sebelum berangkat sekolah kan sarapan dulu tuh,iseng deh ya sambil nonton berita (isengya gaya). But it fells so terrible when i found a bad news about Japan. Zat radioaktif sudah mencemari air laut. What will happen later,i thought.

Liputan6.com, Tokyo: Pascagempa yang berakibat kebocoran reaktor nuklir di Jepang, paparan radioaktif mulai mengganggu kehidupan rakyat. Setelah temuan zat radioaktif dalam sayuran, kali ini menurut laporan NHK, Selasa (22/3), tingkat zat yodium radioaktif dan cesium berlebihan juga ditemukan dalam air laut di dekat pembangkit listrik Fukushima.
Tokyo Electric Power Company atau TEPCO telah mengumpulkan sampel air laut sekitar 100 meter dari selatan reaktor nuklir. Air laut dalam sampel ditemukan mengandung yodium radioaktif-131 yang melebihi standar hukum 126,7 kali. Selain itu, zat cesium-134 sebesar 24,8 kali, dan cesium-137 sebesar 16,5 kali juga terkandung di dalamnya.
Seluruh zat tersebut adalah standar yang diangap aman untuk konsumsi setiap hari selama sepuluh tahun. Asupan tahunan tersebut sesuai dengan satu millisievert, atau paparan radiasi maksimum dianggap aman per tahun.
Sementara itu, Komisi Internasional tentang Perlindungan Radiologi merekomendasikan paparan yang disimpan di bawah satu millisievert per tahun. “Pencemaran air laut tidak akan menimbulkan bahaya langsung karena bahan radioaktif diketahui tersebar di lautan,” ungkap peneliti senior Jun Misono dari Penelitian Ekologi Kelautan.
Ia menambahkan. “Caesium radioaktif cenderung akan berkembang dalam jaringan ikan, sehingga perlu untuk terus memantau dan meneliti dampaknya terhadap kehidupan laut”.

Ternyata gak cukup dengan satu berita itu doang. Berita lain yg jg saya dengar adalah pencemaran zat radioaktif yg ternyata gak hanya di air laut. Vegetables and milk have been contamined by it. Parah banget. What you wanna do? Poor me. Couldn’t do anything😦

_pray for Japan_